Minggu, 12 Februari 2012

filsafat : idiologi


A.   Pengertian Perang Pemikiran Dan Ideologi
Istilah ideology bukanlah istilah yang asing. Istilah tersebut akrab dengan kehidupan  sehari-hari. Kita tahu bahwa yang dibicarakan adalah tentang gagasan. Tetapi, gagasan macam apakah ideology itu?
Ideologi sendiri diterjemahkan sebagai system pedoman hidup yang menjadi cita-cita untuk dicapai oleh sebagian besar individu dalam masyarakat yang bersifat khusus, disunsun secara sadar oleh para tokoh pemikir Negara serta kemudian menyebarluaskannya dengan resmi.
Fanatisme buta pemimpin pemerintahan suatu Negara yang mengikuti suatu ideology, sedikit banyak cenderung dipengaruhi oleh dua kutub besar tersebut di atas, yang pengaruhnya jelas terlihat pada sistem politik, pemerintah , ekonomi, hukum, administarasi dan social.
B.   Paradigma Liberalis Kapitalis
    liberalisme atau Liberal adalah sebuah ideologi, pandangan filsafat, dan tradisi politik yang didasarkan pada pemahaman bahwa kebebasan adalah nilai politik yang utama.
Secara umum, liberalisme mencita-citakan suatu masyarakat yang bebas, dicirikan oleh kebebasan berpikir bagi para individu.  Paham liberalisme menolak adanya pembatasan, khususnya dari pemerintah dan agama.
Berangkat dari keinginan manusia untuk hidup bebas, maka pengawasan manusia atas manusia di kurangi, sehingga berbagai protes untuk menyuarakan hidup dan kehidupan dilontarkan, misalnya kebebasan berpendapat, bergaul, beragama, berpikir, menulis, mencari nafkah, berkumpul dan mengaktualisasikan diri.
Penertiban dan peraturan oleh kelompok liberalis dianggap cenderung sentralis dan kurang manusiawi, tidak menghargai demokratisasi dan hak asasi manusia, lebih jauh mereka menuntut :
1.                  Mengumpulkan kekayaan secara terbatas
2.                  persaingan bebas dalam politik
3.                  pasar bebas dalam perdagangan
4.                  kehidupan yang bebas dalam pergaulan
5.                  pemerintahan yang bebas
  •  Pokok-pokok liberalisme
           Ada tiga hal yang mendasar dari ideologi liberalisme yakni Kehidupan, Kebebasan dan Hak Milik (Life, Liberty and Property). Dibawah ini, adalah nilai-nilai pokok yang bersumber dari tiga nilai dasar liberalisme tadi:
·      Percaya bahwa Tuhan adalah Sang Pencipta (Trust in God as a Creator) . Semua manusia diciptakan sama, bahwa mereka dianugerahi oleh Tuhan Penciptanya hak-hak tertentu yang tidak dapat dipisahkan dari padanya.
·      Kesempatan yang sama. (Hold the Basic Equality of All Human Being). Bahwa manusia mempunyai kesempatan yang sama, di dalam segala bidang kehidupan baik politik, sosial, ekonomi dan kebudayaan. Namun karena kualitas manusia yang berbeda-beda, sehingga dalam menggunakan persamaan kesempatan itu akan berlainan tergantung kepada kemampuannya masing-masing. Terlepas dari itu semua, hal ini (persamaan kesempatan) adalah suatu nilai yang mutlak dari demokrasi.
·      Dengan adanya pengakuan terhadap persamaan manusia, dimana setiap orang mempunyai hak yang sama untuk mengemukakan pendapatnya, maka dalam setiap penyelesaian masalah-masalah yang dihadapi baik dalam kehidupan politik, sosial, ekonomi dan kebudayaan dan kenegaraan dilakukan secara diskusi dan dilaksanakan dengan persetujuan – dimana hal ini sangat penting untuk menghilangkan egoisme individu.( Treat the Others Reason Equally.)
·      Pemerintah harus mendapat persetujuan dari yang diperintah. Pemerintah tidak boleh bertindak menurut kehendaknya sendiri, tetapi harus bertindak menurut kehendak rakyat.(Government by the Consent of The People or The Governed)
·      Berjalannya hukum (The Rule of Law). Fungsi Negara adalah untuk membela dan mengabdi pada rakyat. Terhadap hal asasi manusia yang merupakan hukum abadi dimana seluruh peraturan atau hukum dibuat oleh pemerintah adalah untuk melindungi dan mempertahankannya. Maka untuk menciptakan rule of law, harus ada patokan terhadap hukum tertinggi (Undang-undang ), persamaan dimuka umum, dan persamaan sosial.
·      Yang menjadi pemusatan kepentingan adalah individu.(The Emphasis of Individual)
·    Negara hanyalah alat (The State is Instrument). Negara itu sebagai suatu mekanisme yang digunakan untuk tujuan-tujuan yang lebih besar dibandingkan negara itu sendiri.  Di dalam ajaran Liberal Klasik, ditekankan bahwa masyarakat pada dasarnya dianggap, dapat memenuhi dirinya sendiri, dan negara hanyalah merupakan suatu langkah saja ketika usaha yang secara sukarela masyarakat telah mengalami kegagalan.
·    Dalam liberalisme tidak dapat menerima ajaran dogmatisme (Refuse Dogmatism).  Hal ini disebabkan karena pandangan filsafat dari John Locke (1632 – 1704) yang menyatakan bahwa semua pengetahuan itu didasarkan pada pengalaman. Dalam pandangan ini, kebenaran itu adalah berubah.
Prinsip-prinsip kaum fundamentalis kaum liberal semakin dikembangkan kaum kapitalis, karena mereka adalah pemilik modal dalam jumlah besar ( konglomerat ) maka dimungkinkan untuk mencari keuntungan tanpa batas, yaitu mengadakan produksi yang menguasai alat produksi masyarakat, misalnya :
1.      menumpuk barang dan jasa
2.      pemilikan modal untuk segala jenis paerdagangan
3.      produksi besar – besaran dengan mesin modern
4.      eksploitasi tenaga manusia dan sumber alam
Sedangkan, pemikiran kapitalisme adalah sebuah sistem ekonomi yang filsafat social dan politiknya didasarkan kepada azas pengembangan hak milik pribadi dan pemeliharaannya serta perluasan faham kebebasan. Sistem ini telah banyak melahirkan malapetaka terhadap dunia. Tetapi ia terus melakukan tekanan-tekanannya dan campur tangan politis social dan kultural terhadap bangsa-bangsa di dunia.
 Sejarah Berdiri Kapitalisme
Eropa pernah diperintah kerajaan Romawi yang telah mewariskan system feodalistik. Dalam rentang waktu antara abad ke-14 sampai abad ke-16 muncul apa yang disebut kelas bourgeois mengiring tahap feodal dimana keduanya saling mengisi.
Kemudian sejak awal abad ke-16 secara bertahap fase borjuis disusul dengan fase kapitalis. Maka pertama kali muncul ialah seruan kebebasan menyusul seruan-seruan nasionalisme sekuler dan penciutan dominasi spiritual paus.
Diperancis kemudian muncul aliran bebas pada pertengahan abad ke-18 yang melahirkan kaum naturalis.
 Akar Pemikiran Dan Keyakinannya
Akar kapitalisme dalam beberapa hal bersumber dari fisafat Romawi Kuno. Hal itu muncul pada ambisinya untuk memiliki kekuatan dan meluaskan pengaruh serta kekuasaan.
kapitalisme berkembang secara bertahap dari feodalisme bourgeoisme sampai kepada kapitalisme. Selama proses itu berlangsung telah berkembang berbagai pemikiran dan idiologi yang melanda dalam arus yang mengarah kepada pengukuhan hak milik pribadi dan seruan kebebasan.Pada dasarnya kapitalisme tegak di atas pemikiran aliran bebas dan aliran klasik.
Kapitalisme pada dasarnya memerangi agama. Pada mulanya bersifat pembangkangan. Terhadap kekuasaan gereja. Akhirnya membangkang tiap peraturan yang mengandung moral.
Kapitalisme tidak mementingkan peraturan bermoral kecuali menimbulkan manfaat pada dirinya khususnya dari segi ekonomi.
Pemikiran dan pandangan yang muncul akibat revolusi industri di Eropa berperan menonjol dalam membatasi gejala-gejala kapitalisme.
Kapitalisme menyeru dan membela liberalisme Tetapi kebebasan politik telah berubah menjadi kebabasan moral dan sosial. Selanjutnya berubah menjadi permisifisme.
 Prinsip-prinsip Kapitalisme
·                     Mencari keuntungan dengan berbagai cara dan sarana kecuali yang terang-terangan dilarang negara karena merusak masyarakat seperti heroin dan semacamnya.
·                     Mendewakan hak milik pribadi dgn membuka jalan selebar-lebarnya agar tiap orang mengerahkan kemampuan dan potensi yang ada untuk meningkatkan kekayaan dan memeliharanya serta tidak ada yang menjahatinya. Karena itu dibuatlah peraturan-peraturan yang cocok untuk meningkatkan dan  melancarkan usaha dan tidak ada campur tangan negara dalam kehidupan ekonomi kecuali dalam batas-batas yang sangat diperlukan oleh peraturan umum dalam rangka mengokohkan keamanan.
·                     Perfect Competition .
·                     Price system sesuai dengan tuntutan permintaan dan kebutuhan dan bersandar pada peraturan harga yang diturunkan dalam rangka mengendalikan komoditas dan penjualannya.
 Bentuk Kapitalisme
·         Kapitalisme perdagangan yang muncul pada abad ke-16 setelah        dihapusnya sistem feodal. Dalam sistem ini seorang pengusaha mengangkat hasil produksinya dari satu tempat ke tempat lain sesuai degan kebutuhan pasar. Dengan demikian ia berfungsi sebagai perantara antara produsen dan konsumen.
·         Kapitalisme industri yang lahir karena ditopang oleh kemajuan industri dgn penemuan mesin uap oleh James Watt tahun 1765 dan mesin tenun tahun 1733. Semua itu telah membangkitkan revolusi industri di Inggris dan Eropa menjelang abad ke-19.Kapitalisme industri ini tegak di atas dasar pemisahan antara modal dan buruh yakni antara manusia dan mesin.
·             Sistem Kartel yaitu kesepakatan perusahaan-perusahaan besar dalam membagi pasaran internasional. Sistem ini memberi kesempatan untuk memonopoli pasar dan pemerasan seluas-luasnya. Aliran ini tersebar di Jerman dan Jepang.
·            Sistem Trust yaitu sebuah sistem yang membentuk satu perusahaan dari berbagai perusahaan yang bersaing agar perusahaan tersebut lebih mampu berproduksi dan lebih kuat untuk mengontrol dan menguasai pasar.
Pemikiran dan Keyakinan-keyakinan lainnya Aliran naturalisme yang merupakan dasar kapitalisme  ini sebenarnya menyerukan hal-hal sebagai berikut :
·          Kehidupan ekonomi yang tunduk kepada sistem natur yang bukan buatan manusia. Dengan sifat seperti itu akan mampu mewujudkan pengembangan hidup dan kemajuan secara simultan.
·       Tidak ada campur tangan negara dalam kehidupan ekonomi dan membatasi tugasnya hanya untuk melindungi pribadi-pribadi dan kekayaan serta menjaga keamanan dan membela negara.
·         Kebebasan ekonomi bagi tiap individu di mana ia mempunyai hak untuk menekuni dan memilih pekerjaan yang sesuai dengan kemauannya. Tentang kebebasan seperti ini diungkapkan dalam sebuah prinsip yang sangat masyur dengan semboyan “Biarkan ia bekerja dan biarkan ia berlalu.”
·        Kepercayaan kapitalisme terhadap kebebasan yang tiada batas telah membawa kekacauan keyakinan dan perilaku. Ini melahirkan berbagai konflik di Barat yang kemudian melanda dunia sebagai akibat dari kehampaan pemikiran dan kekosongan ruhani.
·                     Rendahnya upah dan tuntutan yang tinggi mendorong tiap anggota keluarga bekerja. Akibatnya tali kekeluargaan putus dan sendi-sendi sosial di kalangan mereka runtuh.
 Segi-segi Negatif Kapitalisme
·                     Sitem buatan manusia.Sekelompok kecil pribadi mendominasi pasar untuk mencapai kepentingan sendiri tanpa menghargai kebutuhan masyarakat dan menghormati kepentingan umum.
·                     Egoistik.Dalam system  kapitalisme individu dan sekelompok kecil pribadi mendominasi pasar untuk mencapai kepentingan sendiri tanpa menghargai kebutuhan masyarakat dan menghormati kepentingan umum.
·                     Monopolostik.Dalam system kapitalisme seorang kapitalis memonopoli komoditas dan menimbunnya. Apabila barang tersebut habis di pasar ia mengeluarkannya untuk dijual dengan harga mahal yang berlipat ganda mencekik konsumen dan orang-orang lemah.  
·                     Terlalu berpihak kepada hak milik pribadi. Kapitalisme terlalu mengagungkan hak milik pribadi. Sedangkan komunisme malah menghilangkan hak milik pribadi.
·                     Persaingan.Sistem dasar kapitalisme membuat kehidupan menjadi arena perlombaan harga. Semua orang berlomba mencari kemenangan. Sehingga kehidupan dalam system kapitalisme berubah menjadi riba di mana yang kuat menerkam yang lemah. Hal ini sering menimbulkan kebangkrutan pabrik atau perusahaan tertentu.
·                     Perampasan tenaga produktif. kapitalisme membuat para tenaga kerja sebagai barang komoditas yg harus tunduk kepada hukum permintaan dan kebutuhan yang menjadikan dia sebagai barang yang dapat ditawarkan tiap saat. Pekerja ini bisa jadi sewaktu-waktu diganti dgn orang lain yang upahnya lebih rendah dan mampu bekerja lebih banyak dan pengabdiannya lbh baik.
·                     Pengangguran.Suatu fenomena umum dalam masyarakat kapitalis ialah munculnya pengangguran yang mendorong pemilik perusahaan untuk menambah tenaga yang akan memberatkannya.
·                     Kehidupan yg penuh gejolak.Ini adalah akibat logis dari persaingan yang berlangsung antara dua kelas. Yang satu mementingkan pengumpulan uang dengan segala cara. Sedangkan yang satu lagi tidak diberi kesempatan mencari sendiri kebutuhan pokok hidupnya tanpa kenal belas kasihan.
·                     Penjajahan.Karena didorong mencari bahan baku dan mencari pasar baru untuk memasarkan hasil produksinya kapitalisme memasuki petualangan penjajahan terhadap semua bangsa. Pada mulanya dalam bentuk penjajahan ekonomi pola pikir politik dan kebudayaan. Kemudian memperbudak semua bangsa dan mengeksploitasi tenaga-tenaga produktif demi kepentingan penjajahan.
·                     Peperangan dan malapetaka.Ummat manusia telah menyaksikan berbagai bentuk pembunuhan dan pembantaian luar biasa biadabnya. Itu terjadi sebagai akibat logis dari sebuah penjajahan yang menimpa umat manusia di bumi yang melahirkan bencana paling keji dan  kejam.
·                     Didominasi hawa nafsu.Orang kapitalisme berpegang kepada prinsip demokrasi politik dan pemerintahan. Pada umumnya demokrasi yang mereka gembar-gemborkan dibarengi dgn hawa nafsu yang mendominasi dan jauh dari kebenaran dan keadilan.
·                     Riba.Sistem kapitalisme tegak di atas landasan riba. Sedangkan riba merupakan akar penyakit yang membuat seluruh dunia menderita.
·                     Tidak bermoral. kapitalisme memandang manusia sebagai benda materi. Karena itu manusia dijauhkan dari kecenderungan ruhani dan akhlaknya. Bahkan dalam system kapitalisme antara ekonomi dan moral dipisahkan jauh-jauh.
·                     Kejam. Kapitalisme  sering memusnahkan begitu saja komoditas yang lebih dgn cara dibakar atau dibuang ke laut karena khawatir harga akan jatuh disebabkan banyaknya penawaran. Mereka berani melakukan itu padahal masih banyak bangsa-bangsa yang menjerit kelaparan.
·                     Boros.Orang-orang kapitalisme memproduksi barang-barang mewah disertai iklan besar-besaran tanpa peduli kebutuhan-kebutuhan pokok masyarakat. Sebab yang mereka cari keuntungan belaka.
·                     Tidak berperikemanusiaan.Orang kapitalis sering mengusir begitu saja seorang buruh karena alasan tenaganya kurang produktif. Tetapi kekejaman ini mulai diperingan akhir-akhir ini dengakn adanya perbaikan dalam tubuh kapitalisme.
Kapitalisme dan Kebebasan Tatanan ekonomi memainkan peranan rangkap dalam memajukan masyarakat yang bebas. Di satu pihak, kebebasan dalam tatanan ekonomi itu sendiri merupakan komponen dari kebebasan dalam arti luas ; jadi, kebebasan di bidang ekonomi itu sendiri menjadi tujuan. Di pihak lain, kebebasan di bidang ekonomi adalah juga cara yang sangat  diperlukan untuk mencapai kebebasan politik. Pada dasarnya, hanya ada dua cara untuk mengkoordinasikan aktivitas jutaan orang di bidang ekonomi.
Cara pertama ialah bimbingan terpusat yang melibatkan penggunaan paksaan – tekniknya tentara dan Negara - negara totaliter yang modern. Cara lain adalah kerjasama individual secara sukarela – tekniknya sebuah sistem pasaran. Selama kebebasan untuk mengadakan sistem transaksi dipertahankan secara efektif, maka ciri pokok dari usaha untuk mengatur aktivitas ekonomi melalui sistem pasaran adalah bahwa ia mencegah campur tangan seseorang terhadap orang lain. Jadi terbukti bahwa kapitalisme adalah salah satu perwujudan dari kerangka pemikiran liberal.

C.    Paradigma Sosialisme Komunis
           Dalam faham sosialisme sejak semula terdapat sebuah kerancauan. Disatu fihak sosialisme merupakan sebuah cita-cita moral tinggi yang mutlak sifatnya, cita-cita tentang pola perekonomian yang non-eksploitatif, yang tidak ditentukan oleh kerakusan individual, melainkan oleh keprihatinan bersama, tentang sebuah masyarakat berlandaskan kesetiakawanan yang sejati.
  Tetapi dilain fihak cita-cita itu dikaitkan pada sebuah konsep perekonomian empiris tertentu, perekonomian atas dasar penghapusan hakum milik pribadi terhadap alat-alat produksi. Sosialisme adalah kepercayaan bahwa sumber ketidaksamaan social terletak dalam hak milik pribadi produktif. Kombinasi dua unsure itu, cita-cita etis dan kepercayaan empiris ekonomis, menghasilkan utopi sosialisme, harapan akan masyarakat tanpa ekploitasi. Akan tetapi, suatau gerakan yang mengkaitkan cita-cita mutlak pada sebuah program politik empiris mudah menjadi ideologis.
 Sebagai perimbangan terhadap kapitalisme sebagaimana telah disampaikan diatas, muncullah paham nasionalisme untuk mengantisipasi jurang pemisah antara sikaya dan si miskin ( perbedaan kelas ), caranya adalah dengan menyama –ratakan penghasilan perekonomian.
Oleh karena itu alat produksi dikuasai pemerintah atau sekelompok orang ( partai sosialis ) yang dikontrol pemerintah dengan peraturan ketat serta control keseragaman terhadap keberadaan upah dan penggajian. Namun kemudian kelakuan pengaturan muncul, siapa yang tidak bekerja tidak mendapat upah yang layak. Sebaliknya kenaikan upah tidak dapat dituntut, begitu juga perbaikan jaminan lainnya, bahkan lebih jauh sangat dicurigai kemungkinan demontrasi buruh dan pemogokan massal.
Dari keseluruhan paham sosialisme ini dapat disimpulkan antara lain sebagai berikut:
1.      semua orang adalah bersaudara
2.      pengaturan sama rata sama rasa
3.      perbedaan kelas kaya dan miskin dihapuskan
4.      kaum buru tani dikelola dalam partai sosialis
Komunisme merupakan tindak lanjut dari bentuk ekstrim sosialisme, yaitu untuk mengantisipasi persaingan bebas ekonomi antara kelas borjuis dengan kelas proletar ( rakyat banyak ), maka Karl Marx, mengemukakan antisipasinya melalui keadilan struktur social yang anti kelas sebagaai berikut:
1.      hak milik pribadi dihapuskan
2.      Negara memprogramkan nasib kaum proletar
3.      Negara dikuasai partai tunggal social komunis.
         Pada tanggal 7 November 1917 kaum Bolshevik, dibantu oleh kelasi- kelasi Angkatan Laut dari kapal jelajah Aurora, mengusir pemerintahan Sementara dari istana Musim Dingin di Petrograd dan menempatkan sebuah pemerintahan Bolshevik didalamnya. Beberapa hari kemudian kaum Bolshevik juga merebut kekuasaan di Moskow.
       Tahun 1989 melihat keambrukan mendadak dan tak tersangka kekuasaan komunisme Moskow atas Negara-negara di Eropa Timur. Satu demi satu rezim-rezim komunis di Polandia, Hongaria, Jerman Timur, Cekoslavia, Bulgaria, dan akhirnya Rumania digulingkan. Tahun 1990 melihat terdobraknya kekuasaan mutlak partai komunis di Uni Soviet. Pada bulan Februari tahun 1991, masa depan Uni soviet diliputi kegelapan , akan tetapi partai komunis tidak berkuasa kembali dan diperkirakan juga tidak mungkin, apa pun perkembangannya, mengembalikan situasi sebagaiman berlaku sebelum Mikhail Gorbashev menjadi sekretaris partai Komunis, bulan Maret 1985.
Salah satu  alasan keambrukan rezim-rezim komunis adalah kegagalan system ekonomi sosialis di Negara-negara seperti perpecahan antara RRC dan Uni Sovyet. Ekonomi perencanaan pusat sosialisme total disertai absensi segala control demokratis, menghasilkan inefiensi, salah urus, sikap acuh-tak acuh, kemalasan, kekosongan motivasi, hambatan-hambatan birokratis dan korupsi yang semakin melumpuhkan semua sector perekonomian.
Contoh paling mencolok kegagalan ekonomi sosialis adalah pertanian. Sebelum Perang Dunia I Rusia adalah gudang gandum Eropa. Sekarang Uni Sovyet tidak dapat memenuhi kebutuhan pangan masyarakatnya sendiri. Adalah menarik bahwa sekitar sepertiga seluruh produksi sayuran dan buah-buahan Uni Soviet diproduksi diatas bidang tanah amat kecil yang boleh ditanami secara bebas oleh setiap keluarga tani dan hasilnya dijual bebas di pasar.
Dan masih satu point. Tidak perlu disangkal bahwa Uni soviet ( dan Cina ) mencapai beberapa hasil pembangunan yang mengagumkan. Dalam waktu singkat Uni Soviet naik dari Negara yang terbelakang menjadi Negara adikuasa kedua didunia. Tetapi Uni soviet, dan komunisme pada umumnya, tidak berhasil  mewujudkan cita-cita yang justru menjadi legitimasi sosialisme dalam perbandingan dengan kapitalisme.mewujudkan kesejahteraan masyrakatnya.[1]
Oleh karena itu kami berpendapat bahwa komunisme Soviet memang pada akhir perjalanannya. Perubahan-perubahan diwilayah kekuasaan Soviet adalah Ireversibel. Komunisme Soviet keropos total. Tak mungkin ia menemukan kembali vitalitasnya.
Itu  berlaku bagi Negara-negara bekas satelit US. Sebuah intervensi militerpun tidak dapat mengembalikan system kekuasaan komunis di Negara-negara itu. Pengalaman Polandia menunjukkan hal itu. 1982 Partai Komunis Polandia terpaksa memanggil jendral jaruzelki untuk menindas Serikat Buruh Solidaritas karena partai sendiri sudah tidak mampu lagi. Tetapi jeruzelki tidak dapat mengembalikan kekuasaan partai komunis Polandia. Akhrnya tahun 1989 Jeruzelki sendiri terpaksa mengajak solidaritas ( yang waktu itu masih terlarang ) untuk mengambil alih tanggung jawab di Polandia.
Akan tetapi, di Uni Soviet pun roda sejarah tidak dapat diputar kembali. Empat tahun glasnost telah mendemitologisasikan segala pamor yang pernah dimiliki Marxisme Leninisme. Keterbukaan media massa Soviet membawa pesan sampai kedesa terakhir bahwa perekonomian soviet berada dipinggir keambrukan ( sesuatu yang sudah lama dirasakan masyarakat ), bahwa US terbelakang dibandingkan dengan Negara industri maju lain. Dan bahwa keterbelakangan itu adalah akibat system komunisme. Tidak mungkin ideology komunisme pernah dapat menjadi sebuah ideology harapan lagi bagi masyarakat soviet.
Obsesi Karl Marx melahirkan revolusi di berbagai belahan dunia, Lenin mendirikan pemerintahan komunis Rusia, beliau memang pengikut karl marx yang fanatic menerjemahkan komunis menjadi  politik praktis perekonomian. Kemudian stalin menjadikan partai komunis tertanacap kuat hampir tiga perempat abad di Negara adi kuasa Uni Sovyet. Sedangkan di Republic Rakyat Cina, Mao Tse Tung menyuburkan komunis di Negara ini.
D.    Paradigma islam 
Dari kedua paradigma tersebut di atas, yaitu sosialisme komunis dan liberalisme kapitalis, kemudian kondisi menjadi jenuh akibat fenomina ini. Lantas para pakar melirik pada paradigma ketiga ( the third way ) yang menemukan bentuk jalan lurus sebagai penyeimbang ( evenwichtigheid ) yaitu Keberadaan agama yang juga ikut berkontribusi dalam keseimbangan.
Ada beberapa masalah besar yang di kandung oleh kedua kutub yang berbeda ( Barat- Timur ) yang kemudian diberikan solusi oleh keberadaan ideology islam, yaitu sebagai berikut :
1.      apabila dalam paham sosialisme komunis Negara sering terlibat ( bold state ) pada pengaturan kehidupan masyarakatnya, sedangkan pada paham liberalisme kapitalis Negara memberikan kebebasan ( No State ) termasuk untuk berjudi, melacur dan memiliki senjata api, maka dalam ideology islam pemerintah Negara melindungi hanya untuk yang baik dan benar ( amar makruf ) sedangkan untuk yang buruk  pemerintah harus mengantisipasinya ( Nahi Mungkar ).
2.      Apabila dalam perekonomian sosialisme komunis Negara mengatur secara kolektivitas, sedangkan pada perekonomian liberalisme kapitalis membebaskan fundamentalis pasar, maka dalam ideology islam, pemerintah bersama masyarakat dituntut untuk transparan dan jujur dalam perdagangan.
3.      apabila dalam suatu system penggajian sosialisme komunis pembayaran berdasarkan sama rasa sama rata, sedangkan dalam system liberalisme kapitalispenggajian  diatur secara feodalistik oleh pemilik modal, maka dalam system penggajian islam  secara jujur harus dihitung sesuai tingkat kelelahan ( keringat ).
4.      apabila pada politik dan hokum sosialisme komunis, pemerintah melakukan proteksi secara komprehensif bagi kehidupan masyarakat agar tercipta effectiveness, sedangkan pada politik dan hokum liberalisme kapitalis, pemerintah mengharap welfare ( kemakmuran individu ) dalam rangka terciptanya responsiveness, maka dalam politik dan hokum islam pemerintah harus menyeimbangkan antara kekuasaan dengan pelayanan, untuk itulah harus ada pemimipin pemerintahan yang islam.







[1] Magniz, Franz &Suseno.Filsafat umum. Jakarta: 1992,hlm 55,56

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar