Jumat, 09 Maret 2012

Lyrik Lagu SNSD- GiRls Generation- The Boys

Demam Korea kini melanda Negeri Q-ta tanah air Indonesia. baik dari segi pakaian, gaya rambut, dan yang paling n paling adalah demam K-Pop.Enggak yang muda, yang tua, banyak sekali penggemar K-Pop. selain orang nya yang cowok tampan-tampan yang cewek juga ndak kalah menarik. apalagi jika berbicara GirlsBand SNSD atau Girls Generation. Girlsband ini, Stylenya katanya menjadi kiblat fashion anak muda dikorea, karena gayanya yang unik ,menarik n asyik. Nah langsung aja ini lirik lagu GirlsBand populer SNSD-The Boys.
SNSD – The Boys (English Version)
I can tell you’re looking at me, I know what you see
Any closer and you’ll feel the heat (GG)
You don’t have to pretend that you didn’t notice me
Every look will make it hard to breathe (T.R.X)
B-Bring the boys out (Yeah, You know)
B-Bring the boys out (We bring the boys out! We bring the boys out)
B-Bring the boys out (Yeah)
Soon as I step on the scene
I know that they’ll be watching me watching me (Get up)
I’ma be the hottest in this spot
There ain’t no stopping me (That’s funny) Stopping me
I know life is a mystery, I’m gonna make history
I’m taking it from the start
Call all emergency, I’m watching the phone ring
I’m feeling this in my heart (My heart)
B-Bring the boys out
Girls’ Generation make you feel the heat
And we’re doin it we can’t be beat
(B-Bring the boys out)
We’re born to win, Better tell all your friends
Cuz we get it in You know the girls
(Bring the boys out)
Wanna know my secrets but no I’ll never tell
Cuz I got the magic touch and I’m not trying to fail
That’s right (Yeah fly high!) And I (You fly high!) Can’t deny
I know I can fly
I know life is a mystery, I’m gonna make history
I’m taking it from the start
Call all emergency, I’m watching the phone ring
I’m feeling this in my heart (My heart)
B-Bring the boys out
Girls’ Generation make you feel the heat
And we’re doin’ it we can’t be beat
(Bring the boys out)
We’re born to win, Better tell all your friends
Cuz we get it in You know the girls
(Bring the boys out)
Girls bring the boys out!
I wanna dance right now
We can show em how the girls get down
Yes we go for more than zero
Number one everyone should know
Check this out!
All’a (all the) Boys, All’a (all the) Boys want my heart
Better know how to rock and don’t stop
Oh gee we make it so hot
Girls’ Generation we won’t stop
B-Bring the boys out
It’s not a fantasy, This is right for me
Living it like a star
Can’t get the best of me, I’ma be what I wanna be
This is deep in my heart
(Taeyeon Jessica) My heart
I can tell you’re looking at me, I know what you see
Any closer and you’ll feel the heat (B-binrg the boys out) (Just bring the boys out)
You don’t have to pretend that, You didn’t notice me
Every look will make it hard to breathe (B-Bring The Boys out)
(You don’t have to pretend that, You didn’t notice me
Every look will make it hard to breathe)
‘Cause the girls bring the boys out
Girls bring the boys out
Girls bring the boys out
Girls bring the boys out
Girls’ Generation make em feel the heat
And we’re doin it we can’t be beat
(B-Bring the boys out)
We’re born to win, Better tell all your friends
Cuz we get it in You know the girls
(B-Bring the boys out)
Dan ini yang untuk Korean Version
SNSD – The Boys (Korean Version)
geobi naseo shijak jocha anhae bwat damyeon
geudaen tudeol daeji mara jom! (GG)
jujeo hamyeon gihwe neun modu neoreul bikyeo ga
gaseum pyeogo nawa bwara jom! (T.R.X)
B-Bring the boys out (Yeah, You know)
B-Bring the boys out (We bring the boys out! We bring the boys out!)
B-Bring the boys out (Yeah)
sunrie majchwo saneun geot neon gildeul yeojyeo beoryeot ni?
gwaenchanhni? (Get up)
amdam han sesangi geudael junuk deulge mandeuni?
(That’s funny) gwaenchanhni?
geunyang bolsu ga eobseo nan, budi jhigo kkaejyeo do
myeot beon igo il eona
nalka robge meotjige, ireul nae goya maldeon
ne yaseongeul boyeojwo, My boy
B-Bring the boys out
Girls’ Generation make you feel the heat!
jeon segye ga neoreul jumok hae
(B-Bring the boys out)
wipung do dangdang haji bbyeot sok buteo neon, wonrae meot jyesseo
You know the girls?
(B-Bring the boys out)
heundeulliji malgo geudaen jaril jikyeo
wonrae jeonjaeng gateun salmeul saneun ingan ingeol
neoneun wae? (Yes fly high!) beolsseo wae? (You fly high!)
pogi hae, Oh neon meoreot janha
neoye jib nyeomeul boyeojwo, jigureul jom heundeureo jwo
modu ga neol bolsu itge
yeoksa neun saerobge, sseuyeo jige dwel geol?
ju ingong eun baro neo! baro neo!
B-Bring the boys out
Girls’ Generation make you feel the heat!
jeon segye ga neoreul jumok hae
(Bring the boys out)
wipung do dangdang haji bbyeot sok buteo neon, wonrae meot jyesseo
You know the girls?
(Bring the boys out)
Girls bring the boys out!
I wanna dance right now!
naega ikkeureo julge come out.
sesang namja deuri yeo nan, No.1 ji hereul juneun Athena.
Check this out!
jeulgyeo bwara, dojeon ye seolleim
imi modu gajin sesang ye namja
geudaero jjuk ganeun geoya keep up!
Girls’ Generation, We don’t stop!
(B-Bring the boys out)
makhyeo beoryeot deon mirae ga, an boyeot deon mirae ga
ne nun ape pyeol chyeojyeo
jeomjeom deo wanbyeok han, ne moseube machi
nan bballyeo deul geot gata, My heart
geobi naseo shijak jocha anhae bwat damyeon
geudaen tudeol daeji mara jom! (B-Bring the boys out) (Just bring the boys out)
jujeo hamyeon gihwe neun modu neoreul bikyeo ga
gaseum pyeogo nawa bwara jom! (B-Bring the boys out)
(jujeo hamyeon gihwe neun modu neoreul bikyeo ga
gaseum pyeogo nawa bwara jom!)
‘Cause the girls bring the boys out
Girls bring the boys out
Girls bring the boys out
Girls bring the boys out
Girls’ generation make’em feel the heat!
jeon segye ga uril jumok hae
(B-Bring the boys out)
sesangeul ikkeul namja meotjin yeoja deul, yeogi moyeora
You know the girls?
(B-Bring the boys out)

Bahasa Indonesia: Pantun

A.    Pengertian Pantun :

Pantun adalah: Puisi lama yang terdiri dari empat baris dalam satu baitnya. Baris pertama dan kedua merupakan sampiran, sedangkan baris ketiga dan keempat merupakan isi.[1]
Syarat-syarat Pembuatan Pantun :
a.       Tiap bait terdiri dari 4 baris
b.      Tiap baris terdiri dari 8 sampai 12 suku kata, tapi yang lazim 10
c.       Bersajak  sengkelang yang berusmus a-b-a-b
d.      Baris pertama dan kedua dinamakan sampiran, sedangkan baris ketiga dan keempat dinamakan isi.
Pada bagian sampiran kalimat yang dibuat kadang-kadang tidak ada kaitannya dan tidak mempunyai maksud. Pada baris ke tiga dan keempat kalimatnya bermakna, sesuai pada jenis pantun yang dibuat.
Menurut isinya[2] Pantun di bagi menjadi :
1.      Pantun anak-anak
2.      Pantun muda / remaja
3.      Pantun Orang tua
4.      Pantun teka-teki
Menurut bentuknya pantun di bedakan menjadi :
1.      Pantun biasa
2.      Pantun berkait
3.      Talibun
4.      Pantun kilat
B.     Contoh-Contoh Pantun
Dibawah ini kumpulan pantun kilat dan pantun biasa, baik yang saya kumpulkan dari buku-buku maupun buatan saya sendiri . semoga bermanfaat.
1)      Pantun Kilat [3]
Ke empang mancing ikan
Jika salah mohon diingatkan.

-          Hari raya makan ketupat
Mampirlah kerumah jika sempat
Buah semangka buah duren
Gak nyangka gue keren
2)      Pantun kilat Nasihat
Pantun ini adalah hasil pemikiran saya, jika ada yang salah atau tidak nyambung, diingatkan ya…….!!!! Namanya juga belajar.
·         Sayur bayam dibikin bubur
Berkatalah jujur sebelum bersemayam dalam kubur
·         Jalan-jalan kekota Bandung
Jagalah lisan biar untung
·         Dahan kelapa bercabang dua
Jangan lupa untuk berdo’a
·         Buah tomat rasa papaya
Berlakulah hormat pada yang tua
·         Beli pualam sambil menabung
Salam dulu baru bergabung
·         Ada empang   dibawah pohon kedondong
Akun Numpang ketawa dong . . . . .he he he


[1] Sumarlikah. Jartra ( Belajar Sastra ). Farhas : Surabaya. 2006. Hal 27
[2]Sari kata Bahasa Indonesia Lengkap. Pustaka Media. Hlm 105-109
[3] Ajen Dianawati. Humor junior “ Wahyu media : jakarta,2007. Hal 44

Minggu, 12 Februari 2012

tehnik sampling


A.   Penjelasan Mengenai Tehnik-Tehnik Sampling
Secara garis besar ada dua desain sampel utama yaitu desain probabilitas dan desain non probabilitas. Masing-masing kategori mempunyai sub-sub kategori yang lebih kecil, dalam pembahasan ini kita akan memulai dengan desain probabilitas.
A.    Pengambilan sampel secara random sederhana (simple random sampling)
Cara pengambilan sampel dengan teknik ini ialah dengan memberikan suatu nomor yang berbeda kepada setiap anggota populasi, kemudian memilih sampel dengan menggunakan angka-angka random. Keuntungan menggunakan teknik ini ialah penelitian tidak membutuhkan pengetahuan tentang populasi sebelumnya bebas dari kesalahan-kesalahan klasifikasi yang kemunkinan dapat terjadi dan dengan mudah data dianalisis serta kesalahan-kesalahan dapat dihitung. Kelemahan dalam teknik ini ialah: peneliti tidak dapat memanfaatkan pengetahuan yang dipunyainya tentang populasi dan tingkat kesalahan dalam penentuan ukuran sampel lebih besar.
B.     Pengambilan sampel secara random sistematis (systematic random sampling)
Teknik ini merupakan pengembangan teknik sebelumnya hanya bedanya tekniki ini menggunakan urutan-urutan alami. Caranya ialah pilih secara random dimulai dari antara angka 1 dan integer yang terdekat terhadap ratio sampling (N/n) kemudian pilih item-item dengan interval dari integer yang terdekat terhadap ratio sampling, keuntungan menggunakan sampel ini ialah penelitian menyederhanakan proses penarikan sampel dan mudah di cek dan menekan keanekaragaan sampel. Kerugiannya ialah apabila interval berhubungan dengan pengurutan periodik suatu populasi, maka akan terjadi keanekaragaman sampel.
C.     Pengambilan sampel secara random bertahap (random multistage)
Desain ini merupakan variasi dari desain di atas tetapi lebih kompleks. Caranya ialah dengan menggunakan bentuk sampel acak dengan seddikit-dikitnya dua tahap. Keuntungannya ialah daftar sampel, identifikasi, dan penomoran yang dibutuhkan hanya untuk para anggota dari unit sampling yang dipilih dalam sampel. Jika unit sampling didenfinisikan secara geografis akan lebih menghemat biayanya. Kelemahannya ialah tingkat kesalahan akan menjadi tinggi apabila jumlah sampling unit yang dipilih menurun.   
D.    Teknik pengambilan sampel secara random bertingkat (stratified random sampling)
1.      Proporsional
Cara pengambilan sampel dilakukan dengan menyeleksi setiap unit sampling yang sesuai dengan ukuran unit sampling. Keuntungannya ialah aspek representatifnya lebih meyakinkan sesuai dengan sifat-sifat yang membentuk dasar unit-unit yang mengklasifikasinya, sehingga mengurangi keanekaragamannya. Karakteristik-karakteristik masing-masing strata dapat diestimasikan sehingga dapat dibuat perbandingan, kerugiannya ialah membutuhkan informasi yang akurat pada proporsi populasi untuk masing-masing strata, jika hal tersebut diabaikan maka kesalahan akan muncul.
2.      Disporposional
Strategu pengambilan sampel sama dengan proposional. Perbedaannya ialah terletak pada ukuran sampel yang tidak proposional terhadap ukuran unit sampling karena untuk kepentingan pertimbangan analisis dan kesesuaian.
E.     TEKNIK PENGAMBILAN SAMPEL CLUSTER
Strategi pengambilan sampel dilakukan dengan cara memilih unit-unit sampling dengan menggunakan formulir tertentu sampling acak, unit-unit akhir ialah kelompok-kelompok tertentu, pilih kelompok-kelompok tertentu, pilih kelompok-kelompok tersebut secara random dan hitung masing-masing kelompok. keuntungan menggunakan teknik ini ialah jika kluster-kluster didasarkan pada perbedaan geografis maka biaya penelitiannya menjadi lebih murah, karakteristik kluster dan populasi dapat diestimasi. Kelemahannya ialah membutuhkan kemampuan untuk membedakan masing-masing anggota populasi secara unnik terhadap kluster, yang akan menyebabkan kemungkinan adanya duplikasi atau penghilangan individu-individu tertentu.
F.      TEKNIK PENGAMBILAN SAMPEL CLUSTER BERTSRATA (STRATIFIED CLUSTER)
Cara menyeleksi sampel cara memilih kluster-kluster secara random untuk setiap unit sampling. Keuntungannya ialah mengurangi keanekaragaman sampling kluster sederhana. kelemahannya ialah karakteristik-karakteristik kluster bisa berubah sehingga keuntungannya dapat hilang karena itu tidak dapat dipakai untuk penelitiannya berikutnya.
G.    REPETISI: MULITPLE ATAU SEQUENSIAL (berurutan)
Dua sempel atau lebih dari kluster di atas (f) diambil dengan menggunakan hasil-hasil dari sampel-sampel berikutnya. Keuntungan menggunakan teknik ialah memberikan estimasi karakteristik populasi yang memfasilitasi perancangan yang efisien untuk sampel-sampel berikutnya, kelemahan teknik ini ialah penghitungan dan analisis akan dilakukan berulang-ulang. Sampling berurutan hanya dapat digunakan jika suatu sempel yang kecil dapat mencerminkan populasinya.
H.    DESAIN NON PROBABILITAS
1.      Penilaian (judgment)
Memilih sampel dari suatu populasinya didasarkan pada informasi yang tersedia, sehingga perwakilannya terhadap populasi dapat dipertanggungjwabkan. Keuntungannya ialah unit-unit yang terakhir dipilih dapat dipilih sehingga mereka mempunyai banyak kemiripan. Kerugaiannya ialah memunculkan keanekaragaman dan bias estimasi terhadap populasi dan sampel yang dipilihnya.
2.      Kesesuaian (convenience)
Memilih unit-unit analisis dengan cara yang dianggap sesuai oleh peneliti. Keuntungan ialah dapat dilakukan dengan cepat dan murah. Kelemahannya ialah mengandung sejumlah kesalahan sistematik dan variabel-variabel yang tidak diketahui.
3.      Teknik bola salju (snowball)
Memilih unit-unit yang mempunyai karakteristik langka dan unit-unit tambahan yang ditunjukkan oleh responden sebelumnya. Keuntunngannya ialah hanya digunakan dalam situasi-situasi tertentu. Kelemahannya ialah perwakilan dari karakteristik langka dapat tidak terlihat di sampel yang sudah dipilih.

Teori Sosiologi Modern: Biografi Luwis A Coser


A.    Biografi Singkat
Lewis Alfred Coser  ( biasa di singkat Lewis A. Coser ) lahir di Berlin, tahun 1913. Ia menggabungkan karier akademik yang istimewa dengan perhatian kuat atas kebijakan social dan politik. Setelah Perang Dunia ke II, ia mengajar di Universitas Chicago dan Universitas Brandeis, namun gelar Ph.D-nya didapat dari Universitas Columbia pada 1968. Gelar guru besar didapat dari universitas Brandeis, kemudian di Universitas ini pula Coser banyak berkiprah di dunia sosiolog.[1]
Karya Coser yang sangat fenomenal dan monumental adalah The Functions of Social Conflict. Dalam buku ini, terdapat 16 proposisi yang dikutip dari Georg Simmel untuk kemudian dikembangkan menjadi penjelasan-penjelasan tentang konflik yang menarik. Dari proposisi-proposisi Simmel, Coser mengkritik dengan cara menghubungkan pada perkembangan fakta atau fenomena yang terjadi jauh ketika Simmel hidup.
Tidak jarang ia mengkritisi pandangan Simmel dengan cara membandingkan dengan gagasan sosiolog-sosiolog klasik. Hal yang menarik dari Coser adalah bahwa ia sangat disiplin dalam satu tema. Ia benar-benar concern pada pada tema-tema konfik, baik konflik ditingkatan eksternal, maupun internal. Ia mampu mengurai konflik dari sisi luar sampai sisi dalam. Jika dihubungkan dengan pendekatan fungsionalisme, tampak ada upaya Lewis Coser untuk mengintegrasikan fungsionalisme dengan konflik. Georger Ritzer menyatakan bahwa dengan melakukan kombinasi itu, baik teori fungsionalisme maupun teori konflik akan lebih kuat ketimbang berdiri sendiri.
Selain sebagai sosiolog yang mengkritisi tadisi sebelumnya, ia pernah menulis buku sejarah Partai Komunis di Amerika dan ia aktif sebagai kolumnis beberapa jurnal di sana. Tulisan Coser yang terkenal adalah Greedy Institutions (Institusi Tamak), yang dalam buku tersebut Coser menyatakan bahwa karakter kehidupan modern, saat ini sudah bermuka “ tidak pandang bulu” yang terdistribusi , tersegmentasi dan teralienasi.masyarakat seprti ini membatasi kebebasan manusia. Karena itu, Coser tertarik dengan “jaringan konflik” atau kesetiaan yang terpotong yang dapat mengikat sebuah masyarakat dan menggerakkan perjuangan dan konfrontasi.
Buku Coser tentang Fungsi Konflik Sosial adalah hasil dari disertasi doktoralnya. Karya-karya lainnya antara lain adalah; Partai Komunis Amerika: A Critical History (1957), Men of Ideas (1965), Continues in the Study of Sosial Conflict (1967), Master of Sosiological Thought (1971) dan beberapa buku lainnya disamping sebagai editor maupun distributor publikasi. Coser meninggal pada tanggal 8 Juli 2003, di Cambridge, Massachusetts dalam usia 89 tahun. 

B.     Latar Belakang Munculnya Teori Fungsi Konflik Structural Lewis Coser
Buku The Functions of Social Conflict merupakan sebuah eksposisi dan pengembangan karya Simmel yang lebih tajam dalam hal fragmentasinya. Dalam buku ini, Coser menyatakan bahwa ilmuwan sosiologi harus memberikan perhatian kuat pada konflik.
Pandangan Coser tidak lepas dari kritiknya atas sosiologi Amerika waktu itu yang mulai melupakan pembicaraan konflik. Para sosiolog Amerika yang ramai-ramai mengembangkan fungsionalisme telah menggeser tradisi berpikir sosiologi sebelumya yang berbentuk sosiologi murni menuju corak sosiologi terapan.[2]
Oleh karenanya, pada buku The Function of Sosial Conflict yang diterbitkan pada tahun 1956, Coser mengkritik gagasan-gagasan Parsons yang lebih pada menjaga keseimbangan dan consensus dibanding mengupas konflik secara mendalam. Beberapa ilmuwan sosiologi tabu untuk membicarakan konflik.  
Apa yang dikritik Coser bisa dikembangkan dengan baik melalui upaya pelacakan sosiologi lewat sumber utama, terutama yang telah dikerjakan dan terangkum di gagasan sosiolog klasik. Dengan kata lain, Coser menggunakan dan memanfaatkan warisan dari sosiolog terdahulu. Irving M. Zeitlin menyatakan bahwa Coser ingin menjelaskan konsep social dan mengonsolidasikan skema konsep sesuai dengan data yang berlangsung dalam konflik. [3]
Di bawah ini penjelasaan rinci, mengenai latar belakang munculnya teori fungsi konflik social:
 1. Latar Belakang Sosial Politik Munculnya Teori Fungsi Sosial Konflik 
Tahun 1956, tiga tahun sebelum diterbitkannya buku Dahrendorf edisi bahasa Inggris yakni, Class Conflict in Industrial Society, sosiolog Amerika Lewis Coser menerbitkan buku berjudul The functions of Sosial Conflict. Latar belakang munculnya pemikiran Coser tentang fungsi konflik sosial dapat dijelaskan dengan melihat kondisi intelektual, sosial dan politik pada saat itu. Kondisi intelektual adalah respon Coser atas dominasi pemikiran fungsionalisme yang merupakan orientasi teoritis dominan dalam sosiologi Amerika pada pertengahan tahun 1950 . [4]
Coser memulai pendekatannya dengan suatu kecaman terhadap tekanan pada nilai atau konsensus normatif, ketearutan dan keselarasan. Dia mengemukakan bahwa proses konflik dipandang dan diperlakukan sebagai sesuatu yang mengacaukan atau disfungsional terhadap keseimbangan sistem secara keseluruhan. Padahal dalam pandangan Coser konflik tidak serta-merta merusakkan, berkonotasi disfungsional, disintegrasi ataupun patologis untuk sistem dimana konflik itu terjadi melainkan bahwa konflik itu dapat mempunyai konsekuensi-konsekuensi positif untuk menguntungkan sistem itu.
Adapun kondisi sosial politik pada saat Coser memunculkan teori fungsi konflik sosial ini adalah masih kuatnya pengaruh Anti-Semitisme atau prasangka rasialisme, perang antar bangsa yang sering merangsang nasionalisme dan semangat patriotisme yang tinggi, pengurangan kebebasan dari orang Amerika-Jepang di Amerika Serikat dan berbagai konflik-konflik lainnya yang ikut manjadi kajian analisis Coser khususnya konflik antar kelompok dan solidaritas kelompok dalam. Coser tidak ragu-ragu untuk menulis kritis tentang politik dan keadaan moral masyarakat. Sebagai reaksi terhadap intoleransi dari McCarthy pada 1950-an, ia dan teman Irving Howe menciptakan anti kemapanan radikal lewat jurnal Dissent, yang diterbitkan secara berkala dalam publikasi jurnal . 
         2. Fenomena Sosial yang Melahirkan Teori Fungsi Sosial Konflik
Pertengahan tahun 1950, saat Coser menulis teori fungsional konflik sosial, Coser sebenarnya telah melewati dan memasuki beberapa rana konflik seperti saat kajian Coser disela oleh Perang Dunia II ketika ia ditahan polisi Perancis dan dikirim ke kamp konsentrasi. Setelah dibebaskan, ia berhasil mendapatkan salah satu dari visa masuk Amerika terakhir yang dikeluarkan ke pengungsi Jerman sebelum perang dimulai, dan pada tahun 1941, ia naik kapal menuju New York City tempat dimana dia melanjutkan kajian dan menerbitkan teori fungsi sosial konflik.
Pada kenyataannya, pada tahun 1941 sampai dengan 1951 Coser lebih banyak waktunya dihabiskan di Columbia University baik sebagai mahasiswa pascasarjana maupun sebagai pengajar sampai akhirnya menjadi Professor Sosiologi. Beberapa fenomena menarik dalam kehidupan Coser pada masa-masa awal penulisan teori fungsional konflik sosial adalah keterlibatan Coser secara aktif menulis kritik-kritik sosial sebagai reaksi intoleransi dari McCarthy pada 1950-an, ia dan teman Irving Howe menciptakan anti kemapanan radikal lewat jurnal Dissent. Dia menulis dalam otobiografinya kontribusi Sociological Lives (1988) 
3. Pemikiran politik dan atau teori sosial yang mempengaruhi Fungsi Sosial Konflik
Umumnya analisa Coser mengenai fungsi konflik sosial dapat dipandang sebagai suatu alternatif terhadap persepektif-persepektif teori konflik radikal yang diinspirasi pandangan Marxis. Selama lebih dua puluh tahun Lewis A Coser tetap terikat pada model sosiologi dengan tekanan pada struktur sosial. Pada saat yang sama dia menunjukkan bahwa model tersebut selalu mengabaikan studi tentang konflik sosial. Coser mengungkapkan komitmennya pada kemungkinan menyatukan pendekatan fungsional struktural versus teori konflik. Dengan demikian dapat ditelusuri bahwa pemikir struktural fungsional konflik memiliki andil atau kontribusi dalam karya Coser.
Pada bab awal bukunya tentang fungsi sosial konflik, Coser menyatakan pemahamannya tentang konflik dengan mengutip Albion Small dan George E. Vincen ketika menulis, “Sosiologi dilahirkan dalam semangat modern untuk memperbaiki masyarakat”. Coser memilih menunjukkan berbagai sumbangan konflik yang secara potensial positif untuk membentuk serta mempertahankan struktur. Coser membangun pernyataan-pernyataannya tentang konflik sosial terutama melalui kepercayaanya pada ahli sosiologi George Simmel. Dalam rangka menyusun teori konflik sosial, Coser mengeksplorasi ide-ide yang dinyatakan oleh George Simmel dalam karya klasik, Konflik. Esai ini menganalisis konflik dalam hal proses interaktif dan menggambarkan konflik sebagai "suatu bentuk sosialisasi. 
Walaupun kadang-kadang Coser ditempatkan di dalam satu paradigma yang berbeda dari paradigma kaum fungsional struktural lainnya, tetapi lewat kajian cermat atas karyanya terlihat bahwa dia tetap memiliki komitmen dengan pandangan teoritis utama terhadap teori konflik. Coser tetap menganggap bahwa teori konflik adalah teori parsial daripada sebagai pendekatan yang dapat menjelaskan seluruh realitas sosial. Lewis Coser mencoba membimbing perhatian kaum fungsionalis kepada proses konflik sosial dan menyatukannya ke dalam analisa kaum fungsionalis. 
Coser mendasarkan analisanya dalam The Functions of Social Conflict pada ide-ide Simmel bahwa konflik merupakan salah satu bentuk interaksi sosial yang dasar, dan bahwa proses konflik dihubungkan dengan bentuk-bentuk alternatif seperti kerjasama. Coser bukan tidak setuju dengan tekanan Parson pada tingkat analisa sistem sosial, juga tidak sepenuhnya mengikuti Simmel bahwa analisa sosial harus dipusatkan terutama pada bentuk-bentuk interaksi. Coser pada prinsipnya memiliki pandangan utama bahwa konflik tidak harus merusakkan atau bersifat disfungsional .
4. Latar Belakang Pribadi Lewis A Coser
Lewis A Coser dilahirkan dalam sebuah keluarga borjuis Yahudi pada 27 November 1913, di Berlin, Jerman. Lewis Coser memberontak melawan atas kehidupan kelas menengah yang diberikan kepadanya oleh orang tuanya, Martin (seorang bankir) dan Margarete (Fehlow) Coser. Pada masa remajanya ia sudah bergabung dengan gerakan sosialis dan meskipun bukan murid yang luar biasa dan tidak rajin sekolah tetapi ia tetap membaca voluminously sendiri. 
Ketika Hitler berkuasa di Jerman, Coser melarikan diri ke Paris, tempat ia bekerja serabutan untuk mempertahankan eksistensi dirinya. Ia menjadi aktif dalam gerakan sosialis, bergabung dengan beberapa kelompok-kelompok radikal, termasuk organisasi Trotskyis yang disebut "The Spark." Pada tahun 1936, ia akhirnya mampu mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, menjadi seorang ahli statistik untuk perusahaan broker Amerika. Dia juga terdaftar di Sorbonne sebagai mahasiswa sastra komparatif tetapi kemudian mengubah fokus untuk sosiologi.
Pada tahun 1942 ia menikah dengan Rose Laub; mereka punya dua anak yang bernama Ellen dan Steven. Pada tahun 1948, setelah periode singkat sebagai mahasiswa pascasarjana di Columbia University, Coser menerima posisi sebagai tenaga pengajar ilmu sosial di Universitas Chicago. Pada tahun yang sama, ia menjadi warga negara AS naturalisasi. Pada tahun 1950, ia kembali ke Universitas Columbia sekali lagi untuk melanjutkan studinya, menerima gelar doktor pada tahun 1954. Ia diminta oleh Brandeis University di Waltham, Massachusetts pada tahun 1951. Pertama sebagai seorang dosen dan kemudian sebagai profesor sosiologi. Dia tetap di Brandeis, yang dianggap sebagai surga bagi kaum liberal, sampai 1968. Buku Coser tentang Fungsi Konflik Sosial adalah hasil dari disertasi doktoralnya. Karya-karya lainnya antara lain adalah; Partai Komunis Amerika: A Critical History (1957), Men of Ideas (1965), Continues in the Study of Sosial Conflict (1967), Master of Sosiological Thought (1971) dan beberapa buku lainnya disamping sebagai editor maupun distributor publikasi. Coser meninggal pada tanggal 8 Juli 2003, di Cambridge, Massachusetts dalam usia 89 tahun. 
5. Pertanyaan Teoritik yang Diajukan dalam Fungsi Konflik Sosial
Kemunculan teori fungsional konflik sosial memang tidak dapat dilepaskan dengan pertanyaan-pertanyaan teoritik yang melatar belakangi munculnya teori fungsi konflik sosial. Awalnya, dalam perkembangan teori-teori sosial di Amerika era pertengahan abad sembilan belas masih terus didominasi oleh pemikiran struktural fungsional. Coser pun sebenarnya tetap tidak dapat melepaskan sepenuhnya kerangka berpikir struktur fungsional dalam membangun gagasan-gagasannya tentang fungsi konflik sosial. Setidaknya pertanyaan teoritik yang diajukan Coser dalam melahirkan teori fungsional konflik sosial melalui kritik Coser terhadap teoritisi pandahulunya memperlihatkan bahwa analisa Coser tetap berada pada struktur dan interaksi sosial sekalipun perhatian utamanya tetap pada konflik.
Coser menyatakan bahwa konflik sosial seringkali diabaikan oleh para ahli sosiologi, karena mereka cenderung menekankan pada sisi yang negatif atau terpecah belah. Coser ingin memperbaiki dengan cara menekankan pada sisi konflik yang positif yakni dengan mengajukan pertanyaan teoritik, “bagaimana konflik itu dapat memberi sumbangan pada ketahanan dan adaptasi dari kelompok, interaksi dan sistem sosial” . Coser juga mengambil pembahasan dari Simmel, mengembangkan proposisi dan memperluas konsep Simmel tersebut dalam menggambarkan kondisi-kondisi di mana konflik secara positif membantu struktur sosial dan bila secara negatif akan memperlemah kerangka masyarakat . 
Pertanyaan inilah kemudian dikembangkan untuk melihat beberapa aspek konflik dalam struktur sosial seperti konflik antar kelompok dan solidaritas kelompok-dalam, konflik dan solidaritas dalam kelompok, konsekuensi dipendamnya konflik, ikatan konflik dan pemeliharaan fungsi-fungsi konflik sosial, katup penyelamat, konflik realistis dan non realistis serta permusuhan dalam hubungan-hubungan sosial yang intim. 


[1] Dwi Susilo, Rachmad K. 20 Tokoh Sosiologi Modern. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media. 2008, hlm 223-224
[2] Susilo,Dwi & Rachmad K. 20 Tokoh Sosiologi Modern.Jakarta: Ar-Ruzz Media. 2008, hlm 225
[3] Zeitlin, Erving M. Memahami Kembali Sosiologi, Jogjakarta: Gadjah Mada University Press. 1995.hlm 157
[4] Dwi Susilo, Rachmad K. 20 Tokoh Sosiologi Modern. Jogjakart: Ar-Ruzz Media. 2008, hlm 225